Fixed, Closed, Stay Tuned


ISTILAH dengan bahasa Inggris sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari, baik di tempat umum maupun media sosial. Namun, terkadang ada yang masih salah dalam penulisannya. Beberapa di antaranya adalah penulisan kata "closed" yang berarti tutup, "fixed" pasti atau tetap, dan "stay tuned", istilah agar pendengar radio atau penonton televisi tetap menyimak, tidak beranjak ke saluran lain.

Ketiga istilah itu semestinya memakai akhiran "d" atau "ed" tapi tidak sedikit yang menuliskannya tanpa akhiran itu. Tulisan "closed" biasanya dipasang di pintu toko atau loket yang telah tutup. Kata "close" tanpa "d" berarti menutup (kata kerja) dan arti lainnya adalah dekat (kata sifat). Misalnya "close friend" teman dekat. Jadi bila yang dimaksud toko atau loketnya tutup, ya harusnya menggunakan kata "closed". 


Coba bandingkan dua kalimat berikut ini: "Sorry we're closed" (maaf, kami tutup) dan "Sorry we're close" (maaf, kami dekat). Ketika beberapa teman saya koreksi tulisannya, sebagian akan ngeles sambil guyon tapi ada pula yang mau memperbaikinya. "Itu pakai cara Indonesia kok," ujar salah satu di antaranya. Kalau mau cara Indonesia, kenapa gak pakai istilah "tutup" saja.

Demikian pula dengan "fixed" dan "stay tuned". Kalau tanpa akhiran "ed" atau "d", maknanya gak pas bahkan bisa keliru. "Fixed" biasanya untuk menerangkan bahwa sesuatu telah  bersifat tetap tak berubah. Misalnya, "fixed rate", harga pas. "Harganya udah 'fixed', Mas". Kalau "fix" tanpa "ed" artinya memperbaiki atau menetapkan (kata kerja).

Sedangkan istilah "stay tuned" merupakan frasa khas dalam dunia broadcasting untuk memohon pemirsa tetap nonton atau konek pada salurannya. Kalau ditulis "stay tune" tanpa "d" maka jadi gak bermakna karena kata "stay" seharusnya diakhiri kata sifat atau kata keterangan. Misalnya "stay healthy" atau "stay cool". Kata "tune" sendiri berarti lagu, kesesuaian (kata benda) atau menyesuaikan/menyetem (kata kerja). (*)

Comments

Popular Posts