Ketika Tanggul Tak Kuasa Menahan Rob

WARGA Semarang dikejutkan banjir setinggi pinggang orang dewasa di kawasan berikat pelabuhan Tanjung Emas dan sekitarnya, Senin, 23 Mei 2022. Muncul tiba-tiba, tak ada hujan tak ada angin, sehingga para pekerja kaget dan tak siap. Ternyata, penyebabnya tanggul rob dadal karena tak mampu menahan gelombang pasang yang menguat jelang akhir bulan. Sebenarnya, sehari sebelumnya, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sudah merilis peringatan dini air pasang ekstrem bakal terjadi pada 23-24 Mei di kawasan pesisir pantura Jawa, sehingga masyarakat diminta waspada.

Banjir rob setinggi pinggang memaksa para pekerja menuntun sepeda motornya pulang.





Ratusan sepeda motor dan mobil terendam dan sebagian tak sempat dievakuasi karena saat kejadian para pekerja sedang sibuk di dalam pabrik. Mereka hanya bisa pasrah kendaraannya terendam di tempat parkir, bahkan sejumlah sepeda motor terseret arus banjir. Aktivitas pabrik lumpuh dan para pekerja terpaksa pulang dengan jalan kaki hingga jalan raya untuk mencari angkutan. Mereka meninggalkan kendaraan di halaman parkir pabrik tapi ada pula yang nekat menuntun sepeda motornya pulang.


Masyarakat di pesisir Semarang dan kota-kota sepanjang pantura seperti Pekalongan, Demak, dan Tuban sebenarnya sudah terbiasa dengan air pasang. Namun, banjir rob di kawasan berikat industri ini lebih disebabkan oleh dadalnya tanggul karena tak kuat menahan gelombang besar. Yang namanya tanggul dadal tentu mengakibatkan tekanan arus banjir yang cukup kuat bak tsunami kecil. Jadi dampak terparah hanya terjadi di sekitar kawasan berikat. Kawasan-kawasan perumahan sisi selatan jalan arteri hanya mengalami rob biasa. Perumahan Tanah Mas tak terdampak karena memiliki sistem pompa pembuangan air banjir yang memadai dan didukung kolam retensi di sisi utara.

Menurut BMKG, banjir rob tersebut disebabkan air pasang yang dipengaruhi gravitasi akibat posisi bulan di titik terdekat dengan bumi atau perigee. Puncak pasang kali ini juga dibarengi dengan tinggi gelombang laut kategori sedang. Namun, peneliti geodesi dari ITB meyakini, penurunan muka tanah atau land subsidence merupakan faktor yang lebih dominan sebagai penyebab banjir rob. Untuk mengantisipasinya, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan segera merampungkan pembangunan tol tanggul laut Semarang-Demak yang dapat berfungsi sebagai pengendali banjir dan membangun tanggul di pantai Pekalongan. Semoga peristiwa tanggul rob dadal tak terulang lagi. 🌐🇮🇩

Comments

Popular Posts